<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title></title>
	<atom:link href="http://rsisultanagung.info/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://rsisultanagung.info</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Fri, 28 Dec 2012 02:34:13 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.5</generator>
<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>Cara Pengobatan Alergi Mata Merah (Allergic Conjunctivitis)</title>
		<link>http://rsisultanagung.info/cara-pengobatan-alergi-mata-merah-allergic-conjunctivitis.php</link>
		<comments>http://rsisultanagung.info/cara-pengobatan-alergi-mata-merah-allergic-conjunctivitis.php#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Dec 2012 02:34:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>RS Islam Sultan Agung</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Alergi Mata Merah]]></category>
		<category><![CDATA[Allergic Conjunctivitis]]></category>
		<category><![CDATA[RSI Sultan Agung Semarang]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah Sakit]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rsisultanagung.info/?p=1431</guid>
		<description><![CDATA[Mata merah alergi adalah radang konjungtiva yang disebabkan oleh reaksi alergi. Konjungtiva banyak sekali mengandung sel dari sistem kekebalan (mast sel) yang melepaskan senyawa kimia (mediator) dalam merespon terhadap berbagai rangsangan (seperti serbuk sari atau debu tungau) . Mediator ini &#8230; <a href="http://rsisultanagung.info/cara-pengobatan-alergi-mata-merah-allergic-conjunctivitis.php">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify"><img class="alignleft" alt="" src="http://www.tedmontgomery.com/the_eye/eyephotos/pics/ConjunctivitisVernal.jpg" width="128" height="94" />Mata merah alergi adalah radang konjungtiva yang disebabkan oleh reaksi alergi.</p>
<p style="text-align: justify">Konjungtiva banyak sekali mengandung sel dari sistem kekebalan (mast sel) yang melepaskan senyawa kimia (mediator) dalam merespon terhadap berbagai rangsangan (seperti serbuk sari atau debu tungau) . Mediator ini menyebabkan radang pada mata, yang mungkin sebentar atau bertahan lama. Sekitar 20% dari orang memiliki tingkat mata merah alergi.</p>
<p style="text-align: justify">Mata merah alergi yang musiman dan mata merah alergi yang berkelanjutan adalah jenis yang paling sering dari reaksi alergi pada mata. Mata merah alergi yang musiman sering disebabkan oleh serbuk sari pohon atau rumput, oleh karenanya jenis ini timbul khususnya pada musim semi atau awala musim panas. Serbuk sari gulma bertanggung jawab pada gejala alergi mata merah pada musim panas dan awal musim gugur. Alergi mata merah yang berkelanjutan terjadi sepanjang tahun; paling sering disebabkan oleh tungau debu, bulu hewan, dan bulu unggas.<span id="more-1431"></span></p>
<p style="text-align: justify">Mata merah Vernal adalah bentuk alergi mata merah yang lebih serius dimana penyebabnya tidak diketahui. Kondisi paling sering terjadi pada anak laki-laki, khususnya yang berumur kurang dari 10 tahun yang memiliki eksema, asma, atau alergi musiman. Mata merah Vernal biasanya kambuh setiap musim semi dan hilang pada musim gugur dan musim dingin. Banyak anak tidak mengalaminya lagi pada umur dewasa muda.</p>
<p style="text-align: justify"><strong>GEJALA</strong><br />
Orang dengan semua bentuk alergi mata merah berkembang dengan cepat menjadi gatal dan rasa terbakar pada kedua mata. Walaupun biasanya sama, kadang-kadang, satu mata mungkin lebih terinfeksi daripada mata yang lain. Konjungtiva menjadi merah, dan kadang-kadang konjungtiva bengkak, menyebabkan permukaan bola mata tampak tembam sehingga banyak orang merasa terganggu. Pada mata merah musiman dan berkelanjutan, sangat banyak kotoran berair yang tipis. Pandangan jarang terpengaruh.</p>
<p style="text-align: justify">Pada mata merah vernal, kotoran mata banyak dan seperti lendir. Tidak seperti jenis alergi mata merah lainnya, mata merah vernal sering mempengaruhi kornea, dan borok yang nyeri dapat timbul. Borok ini menyebabkan sensitivitas yang berlebihan terhadap cahaya terang dan kadang-kadang menyebabkan pengurangan pandangan yang permanen.</p>
<p style="text-align: justify"><strong>DIAGNOSA</strong><br />
Dokter mengenali alergi mata merah oleh penampilan dan gejala khasnya.</p>
<p style="text-align: justify"><strong>PENGOBATAN</strong><br />
Kondisi diobati dengan tetes mata anti alergi. Obat seperti itu termasuk cromolyn, lodoxamide, olopatadine, dan tetes mata antihistamin, seperti emedastine dan levocabastine. Tetes mata Ketorolac mempunyai anti inflamasi dan membantu mengatasi gejala. Tetes mata Corticosteroid mempunyai anti inflamasi yang lebih baik; tetapi, mereka sebaiknya tidak dipakai lebih dari beberapa minggu tanpa pengamatan yang melekat karena mereka dapat menyebabkan peningkatan tekanan pada mata (glaukoma), katarak, dan meningkatkan risiko infeksi mata. Baru-baru ini, tetes mata yang dapat menghambat pengeluaran dan efek dari penyebab pembengkakan seperti azelastine, nedocromil, dan pemirolast, sudah digunakan dengan baik.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rsisultanagung.info/cara-pengobatan-alergi-mata-merah-allergic-conjunctivitis.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Penyebab Anemia</title>
		<link>http://rsisultanagung.info/penyebab-anemia.php</link>
		<comments>http://rsisultanagung.info/penyebab-anemia.php#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Dec 2012 02:53:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>RS Islam Sultan Agung</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Anemia]]></category>
		<category><![CDATA[kurang darah]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[RSI Sultan Agung Semarang]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah Sakit]]></category>
		<category><![CDATA[Sakit]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rsisultanagung.info/?p=1425</guid>
		<description><![CDATA[Kondisi dimana tubuh kekurangan sel darah merah atau hemoglobin (Hb). Hb berfungsi sebagai pembawa oksigen ke seluruh tubuh. GEJALA Pucat, mata berkunang-kunang, lemah, letih, lesu, lelah, lunglai. PENYEBAB Penyebab anemia beragam, tergantung dari jenisnya. Anemia ada beberapa jenis. Tiap jenis &#8230; <a href="http://rsisultanagung.info/penyebab-anemia.php">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify"><img class="alignleft" alt="" src="http://www.veria.com/media_publish/455/sickle_cell_anemia_full_1332267608.jpg" width="207" height="155" />Kondisi dimana tubuh kekurangan sel darah merah atau hemoglobin (Hb). Hb berfungsi sebagai pembawa oksigen ke seluruh tubuh.</p>
<p style="text-align: justify"><strong>GEJALA</strong><br />
Pucat, mata berkunang-kunang, lemah, letih, lesu, lelah, lunglai.</p>
<p style="text-align: justify"><strong>PENYEBAB</strong><br />
Penyebab anemia beragam, tergantung dari jenisnya. Anemia ada beberapa jenis. Tiap jenis anemia berbeda penyebabnya.</p>
<p style="text-align: justify">Ada anemia yang disebabkan kehilangan darah. Yang ini jelas diawali dengan perdarahan hebat dalam waktu singkat. Orang yang mengalami kecelakaan, melahirkan, atau menjalani pembedahan, bisa terancam anemia.</p>
<p style="text-align: justify">Ada pula anemia yang disebabkan oleh gangguan produksi sel darah merah. Untuk membuat sel darah merah diperlukan bukan saja zat besi (Fe), melainkan juga vitamin B12, asam folat, copper dan cobalt, selain protein. Kekurangan salah satu bahan pembuat sel darah merah akan berujung anemia juga.</p>
<p style="text-align: justify">Anemia pada penderita penyakit menahun seperti kanker, infeksi menahun, encok jenis artritis rematoid, penyakit ginjal, dan gangguan hati juga terancam anemia.<span id="more-1425"></span></p>
<p style="text-align: justify">Ada juga jenis anemia akibat perusakan abnormal sel darah merah oleh suatu sebab. Kasus ini terjadi bila sel darah abnormal sejak lahir. Pada penderita talasemia, misalnya, sel darah merah rusak sebelum waktunya. Umurnya lebih pendek dari sel darah merah normal hingga menyebabkan anemia.</p>
<p style="text-align: justify">Penyakit pada sumsum tulang sebagai pabrik pembuat sel darah juga bisa mengakibatkan anemia yang dikenal dengan (aplastic anemia).</p>
<p style="text-align: justify">Sifat dan jenis anemia dapat ditentukan dari gambaran sel darah merah.</p>
<p style="text-align: justify"><strong>PENANGANAN</strong><br />
Biasanya dokter akan memberikan suplemen untuk menambah kadar Hb. Meski demikian, anemia tidak akan tuntas jika tidak diobati penyebab asalnya. Jadi pengobatan bergantung dari jenis anemia yang diderita.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rsisultanagung.info/penyebab-anemia.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengatasi Anak Susah Makan</title>
		<link>http://rsisultanagung.info/mengatasi-anak-susah-makan.php</link>
		<comments>http://rsisultanagung.info/mengatasi-anak-susah-makan.php#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 Dec 2012 03:11:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>RS Islam Sultan Agung</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Anak Susah Makan]]></category>
		<category><![CDATA[Mengatasi]]></category>
		<category><![CDATA[RSI Sultan Agung Semarang]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah Sakit Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rsisultanagung.info/?p=1422</guid>
		<description><![CDATA[Anak susah makan merupakan permasalahan yang sering dikeluhkan orang tua, terutama para ibu. Berbagai cara seolah tidak berhasil dilakukan untuk mengatasi anak yang sulit makan. Bahkan tak jarang para ibu menjadi tertekan dan stress dalam menghadapi buah hatinya.Setiap ibu selalu &#8230; <a href="http://rsisultanagung.info/mengatasi-anak-susah-makan.php">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft" alt="" src="http://asieksklusif.net/wp-content/uploads/2012/10/susah-makan.jpg" width="165" height="163" />Anak susah makan merupakan permasalahan yang sering dikeluhkan orang tua, terutama para ibu. Berbagai cara seolah tidak berhasil dilakukan untuk mengatasi anak yang sulit makan. Bahkan tak jarang para ibu menjadi tertekan dan stress dalam menghadapi buah hatinya.Setiap ibu selalu diliputi kekhawatiran soal kecukupan gizi buah hatinya. Belum lagi jika anak susah makan atau pilih-pilih makanan.</p>
<p style="text-align: justify;" align="justify">Ketika si kecil berusia 6 bulan, saatnya mulai memberikan makanan padat pendamping ASI. Saat inilah Anda mesti lebih cermat memperhatikan pola makannya. Mulai dari memberinya bubur susu, sari buah, lalu bertahap ke tekstur makanan yang lebih padat seperti nasi tim, dan seterusnya. Sayangnya proses ini tak selalu berjalan mulus, ada beberapa penyebab yg mambuat si kecil susah makan. Biasanya ini terjadi ketika usianya memasuki tahun pertama. Masalah tersebut biasanya berupa menolak makanan, tidak suka sayur, hanya mau makan yang itu-itu saja (<em>picky eater</em>), atau mengemut makanannya berlama-lama. Kondisi ini sudah barang tentu membuat ibu khawatir akan kecukupan gizi si kecil, mengingat mereka masih dalam masa tumbuh kembang.</p>
<p><span id="more-1422"></span></p>
<p style="text-align: justify;" align="justify">Faktor penyebab seorang anak susah makan dikarenakan faktor fisik dan faktor psikis. Faktor fisik meliputi terdapatnya gangguan di organ pencernaan maupun terdapatnya infeksi dalam tubuh anak. Sedangkan faktor psikis meliputi gangguan psikologis pada anak, seperti kondisi rumah tangga yang bermasalah, suasana makan yang kurang menyenangkan, tidak pernah makan bersama orangtua, maupun anak dipaksa memakan makanan yang tidak disukai.</p>
<h3 style="text-align: justify;">Bagaimana mengatasinya?</h3>
<p style="text-align: justify;" align="justify">Mungkin ada beberapa catatan penting yang terlewatkan oleh Anda saat memberi makan si kecil. Tips berikut mungkin dapat membantu Anda:</p>
<p style="text-align: justify;" align="justify"><strong>1. Coba sajikan makanan dalam porsi kecil.</strong></p>
<p style="text-align: justify;" align="justify">Ingat, lambung si kecil belum mampu menampung makanan terlalu banyak, jadi berikan ia makanan sedikit demi sedikit.</p>
<p style="text-align: justify;" align="justify"><strong>2. Variasi makanan.</strong></p>
<p style="text-align: justify;" align="justify">Cobalah buat beberapa pilihan menu makanan, lalu biarkan buah hati Anda memilih makanan yang ia sukai. Biasanya anak lebih suka dengan makanan pilihannya.</p>
<p style="text-align: justify;" align="justify"><strong>3. Sajikan dengan menarik</strong></p>
<p style="text-align: justify;" align="justify">Setelah menyajikan banyak pilihan, sajikan dengan tampilan menarik. Misalnya, mencetak nasi goreng dalam cetakan teddy bear atau bebek kecil. Contoh: Makanan Unik</p>
<p style="text-align: justify;" align="justify"><strong>4. Jadikan saat makan menyenangkan</strong></p>
<p style="text-align: justify;" align="justify">Hindari mengancam, menghukum, atau menakut-nakuti anak agar ia makan lebih banyak. Ini akan membuatnya merasa bahwa saat makan merupakan saat yang tidak menyenangkan. Dan bukan tak mungkin menimbulkan trauma psikologis baginya.</p>
<p style="text-align: justify;" align="justify"><strong>5. Makan teratur</strong></p>
<p style="text-align: justify;" align="justify">Jadwalkan waktu makan dengan teratur, agar si kecil terbiasa dengan waktu makannya. Sama halnya dengan waktu tidur, mandi dan sebagainya.</p>
<p style="text-align: justify;" align="justify"><strong>6. Beri cemilan sehat</strong></p>
<p style="text-align: justify;" align="justify">Setelah bisa berjalan, si kecil gemar bereksplorasi dengan lingkungannya. Apalagi ketika memasuki usia 2 tahun, aktivitasnya semakin banyak saja. Ini mungkin membuatnya sulit untuk duduk manis dan makan dengan tenang. Untuk menyiasatinya, berikan ia cemilan sehat dalam porsi kecil namun beragam. Misalnya saja bola-bola kentang isi wortel dan daging cincang, sus mini isi fla coklat, donat tabor keju, dan sebagainya.</p>
<p style="text-align: justify;" align="justify"><strong>7. Hindarkan gaya memaksa dan mengancam dalam membujuk anak.</strong></p>
<p style="text-align: justify;" align="justify">Selama waktu makan, minimalkan gangguan, misalnya matikan televisi dan jauhkan buku atau mainan dari meja makan.</p>
<p style="text-align: justify;" align="justify"><strong>8. Libatkanlah anak anda untuk menyiapkan makanan.</strong></p>
<p style="text-align: justify;" align="justify">Misalnya dengan meminta pertolongannya untuk mengambilkan buah atau sayur di swalayan maupun membantu menyiapkan meja makan. Selain itu, anak anda memerlukan contoh dari orang tuanya. Bila anda mengkonsumsi makanan sehat, maka anak akan mencontoh pola makan anda sebagai orang tua.</p>
<p style="text-align: justify;" align="justify"><strong>9. Hindari memberi iming-iming makanan penutup sebagai hadiah.</strong></p>
<p style="text-align: justify;" align="justify">Hal ini dapat menyiratkan bahwa makanan penutup merupakan makanan yang paling enak dan baik untuk anak. Selain itu, dapat meningkatkan keinginan mengkonsumsi makanan manis bagi anak. Anda dapat memberikan makanan penutup selama 2 hari dalam seminggu, sedangkan pada pekan berikutnya tidak anda berikan. Buah, yogurt atau makanan sehat lain dapat anda ganti sebagai makanan penutup.</p>
<p style="text-align: justify;" align="justify"><strong>10. Batasi pemberian minuman di sela-sela waktu makan.</strong></p>
<p style="text-align: justify;" align="justify">Minuman rendah lemak maupun jus buah segar memang penting untuk anak, namun bila ananda terlalu banyak minum, tidak akan ada tempat yang cukup untuk makanan maupun kudapan sehat yang bisa masuk ke perut anak.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rsisultanagung.info/mengatasi-anak-susah-makan.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Infeksi yang Menular dari Ibu ke Bayi</title>
		<link>http://rsisultanagung.info/infeksi-yang-menular-dari-ibu-ke-bayi.php</link>
		<comments>http://rsisultanagung.info/infeksi-yang-menular-dari-ibu-ke-bayi.php#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 Dec 2012 02:30:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>RS Islam Sultan Agung</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Balita]]></category>
		<category><![CDATA[Ibu]]></category>
		<category><![CDATA[Infeksi bayi]]></category>
		<category><![CDATA[RSI Sultan Agung]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah Sakit]]></category>
		<category><![CDATA[Semarang]]></category>
		<category><![CDATA[Tips Kesehatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rsisultanagung.info/?p=1417</guid>
		<description><![CDATA[Bayi dapat tertular penyakit infeksi ibunya melalui berbagai cara. Di uterus (rahim), bayi tumbuh dalam lingkungan yang steril. Namun, bila selaput ketuban ibu rusak karena suatu sebab, bayi dapat terinfeksi oleh penyakit. Selama persalinan, bayi bisa menelan atau mengirup cairan pada &#8230; <a href="http://rsisultanagung.info/infeksi-yang-menular-dari-ibu-ke-bayi.php">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><img class=" alignleft" alt="" src="http://www.anakku.net//wp-content/naik/2011/12/bayi1-25454_203x203.jpg" width="149" height="149" /></p>
<p style="text-align: justify">Bayi dapat tertular penyakit infeksi ibunya melalui berbagai cara. Di uterus (rahim), bayi tumbuh dalam lingkungan yang steril. Namun, bila selaput ketuban ibu rusak karena suatu sebab, bayi dapat terinfeksi oleh penyakit. Selama persalinan, bayi bisa menelan atau mengirup cairan pada jalan lahir, dan bakteri atau virus bisa masuk ke dalam tubuhnya. Kebanyakan mikroba yang berkembang di area intim wanita tidak berbahaya, tetapi ada juga yang berbahaya seperti bakteri GBS atau virus herpes kelamin (genital). Bayi juga dapat terinfeksi virus melalui plasenta yang memasok nutrisi dan oksigen baginya selama di dalam kandungan.</p>
<p><span id="more-1417"></span></p>
<p style="text-align: justify"><strong>1. Streptokokus Grup B (GBS)</strong></p>
<p style="text-align: justify">Bakteri GBS dapat berkoloni di jalan lahir bayi. Bakteri ini menginfeksi sekitar 25% perempuan di seluruh dunia, tetapi kebanyakan tidak menimbulkan gejala. Bayi dapat terinfeksi oleh bakteri ini di dalam rahim atau pada saat lahir. Bayi prematur dan bayi lahir berat badan rendah lebih berisiko terkena GBS. Jika ibu telah memiliki bayi sebelumnya dengan infeksi GBS, tindakan pencegahan harus diambil.</p>
<p style="text-align: justify">Kebanyakan bayi yang terinfeksi GBS tidak mengembangkan masalah, namun bila berkembang maka bisa menimbulkan infeksi aliran darah (sepsis), infeksi paru (pnemonia) atau  infeksi cairan dan selaput otak (meningitis) yang mematikan.</p>
<p style="text-align: justify">Gejala infeksi GBS seperti demam, nafas tersengal/sesak, detak jantung tak beraturan, lesu, kejang, dll dapat terlihat dalam beberapa hari pertama setelah lahir. Namun, dalam kasus tertentu, gejala infeksi dapat terlihat 1 minggu s.d. 3 bulan setelah lahir (<em>late onset</em>). Bayi biasanya harus diberi antibiotik melalui infus di rumah sakit jika mereka menunjukkan tanda-tanda tidak sehat.</p>
<p style="text-align: justify">GBS adalah bakteri yang sulit diberantas. Namun, jika seorang wanita diketahui berisiko tinggi menularkan infeksi bakteri ini, antibiotik suntik yang kuat biasanya dapat mencegah penularan dari ibu ke bayi.  Dokter juga mungkin merekomendasikan persalinan melalui bedah caesar yang lebih aman. Bakteri ini dapat dideteksi dengan pemeriksaan vagina, dubur atau urin ibu.</p>
<p style="text-align: justify"><strong>2. Tuberkulosis (TBC)</strong></p>
<p style="text-align: justify">Tuberkulosis dapat ditularkan baik melalui plasenta di dalam rahim, menghirup atau menelan cairan yang terinfeksi saat kelahiran, atau menghirup udara yang mengandung kuman TBC setelah lahir. Sekitar 50% anak yang lahir dari ibu penderita TBC paru aktif mengembangkan penyakit ini selama tahun pertama kehidupan jika vaksin BCG tidak diberikan. Bayi penderita TBC dapat terlihat mengalami demam, lesu, gangguan pernapasan, pembengkakan hati (hepatosplenomegali), atau gagal tumbuh. Pengobatan TBC bayi biasanya menggunakan INH/isoniazid dan rifampisin.</p>
<p style="text-align: justify"><strong>3. Herpes simplex</strong></p>
<p style="text-align: justify">Virus herpes simplex dapat ditularkan ketika bayi masih di dalam rahim, saat melewati jalan lahir atau tepat setelah kelahiran (<em>postpartum</em>). Herpes tipe 2 (herpes kelamin) adalah penyebab paling umum infeksi herpes pada bayi baru lahir, tapi herpes tipe 1 (herpes mulut) juga dapat terjadi. Virus ini dapat mengakibatkan banyak komplikasi yang berakibat buruk bagi bayi, seperti kebutaan dan <em>cerebral palsy</em>.</p>
<p style="text-align: justify">Jika ibu mengidap infeksi herpes kelamin aktif pada saat persalinan, bayi lebih mungkin terinfeksi selama proses kelahiran. Beberapa ibu tidak sadar kalau memiliki herpes kelamin aktif, jadi penting bagi mereka untuk memberitahu dokter jika mereka memiliki riwayat herpes kelamin. Selain itu, beberapa orang pernah terinfeksi herpes di masa lalu, tetapi tidak mengetahuinya. Mereka tanpa menyadari dapat menularkan virus itu ke bayi mereka.</p>
<p style="text-align: justify">Infeksi virus herpes pada bayi umumnya diobati dengan obat yang diberikan melalui vena (intravena). Acyclovir merupakan obat antivirus yang paling umum digunakan untuk tujuan ini. Bayi mungkin harus minum obat ini selama beberapa minggu.Terapi lainnya adalah mengobati efek dari infeksi, seperti shock atau kejang. Seringkali, bila bayi sakit parah, pengobatan dilakukan di unit perawatan intensif (<em>neonatal intensive care</em>).</p>
<p style="text-align: justify"><strong>4. Hepatitis B dan C</strong></p>
<p style="text-align: justify">Ibu yang terinfeksi virus hepatitis B berisiko menularkan virus tersebut kepada bayinya melalui kontak langsung dengan cairan tubuh atau darahnya pada saat persalinan. Hepatitis B pada bayi yang baru lahir biasanya tidak menimbulkan gejala. Bila ada gejala, maka gejalanya adalah penyakit kuning, lesu, pertumbuhan terhambat, distensi perut, dan kotoran berwarna coklat. Imunisasi dapat membantu mencegah penularan hepatitis B dari ibu ke bayi.</p>
<p style="text-align: justify">Virus hepatitis C, meskipun sangat jarang terjadi, dapat ditularkan ibu ke bayinya pada saat persalinan melalui kontak langsung dengan darah ibu yang terinfeksi.  Wanita dengan tingkat virus hepatitis C yang rendah dalam darah mereka kecil kemungkinannya menularkan virus itu ke bayi mereka. Wanita dengan tingkat virus yang tinggi, mereka yang mengalami kerusakan hati parah atau pada fase akut dari infeksi, berisiko lebih tinggi untuk menularkan hepatitis C ke bayi mereka. Infeksi hepatitis C biasanya tidak menimbulkan gejala.</p>
<p style="text-align: justify"><strong>5. HIV/AIDS</strong></p>
<p style="text-align: justify">HIV adalah salah satu virus mematikan yang menimbulkan penyakit AIDS. Bayi dapat terinfeksi oleh virus ini selama masa kehamilan atau persalinan. Jika seorang wanita hamil dengan HIV positif, kemungkinan besar bayinya juga terinfeksi oleh HIV. Menyusui juga dapat menularkan virus ini ke bayi.</p>
<p style="text-align: justify">Bayi yang terinfeksi HIV mungkin tidak menunjukkan gejala apa pun saat lahir. Namun, dalam 2 sampai 3 bulan dia dapat mengembangkan infeksi oportunistik, yaitu penyakit yang berkembang karena sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti pneumonia, tuberkulosis, jamur mulut (sariawan), dll.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rsisultanagung.info/infeksi-yang-menular-dari-ibu-ke-bayi.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bayi Muntah Setelah Diberi ASI &#8211; Meminimalisir Gumoh</title>
		<link>http://rsisultanagung.info/bayi-muntah-setelah-diberi-asi-meminimalisir-gumoh.php</link>
		<comments>http://rsisultanagung.info/bayi-muntah-setelah-diberi-asi-meminimalisir-gumoh.php#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Dec 2012 02:43:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>RS Islam Sultan Agung</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[ASI]]></category>
		<category><![CDATA[Balita]]></category>
		<category><![CDATA[Bayi]]></category>
		<category><![CDATA[gumoh]]></category>
		<category><![CDATA[RSI Sultan Agung]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah Sakit]]></category>
		<category><![CDATA[Semarang]]></category>
		<category><![CDATA[Tips Kesehatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rsisultanagung.info/?p=1415</guid>
		<description><![CDATA[Gumoh dan muntah sering kali terjadi hampir setiap pada bayi. Gumoh berbeda dengan muntah. Keduanya merupakan hal biasa (normal) dan tidak menandakan suatu hal yang serius yang terjadi pada bayi Anda. Hanya sebagian kecil kasus muntah bayi (muntah patologis) yang &#8230; <a href="http://rsisultanagung.info/bayi-muntah-setelah-diberi-asi-meminimalisir-gumoh.php">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;" align="justify"><img class="alignright" title="Bayi" src="http://2.bp.blogspot.com/_wmX_iAiiLU8/TSsWJZzrquI/AAAAAAAAAL4/PgdD0X1zVXI/s1600/gumoh.RafifSafaAlzena.blogspot.com.jpg" alt="" width="171" height="167" />Gumoh dan muntah sering kali terjadi hampir setiap pada bayi. Gumoh berbeda dengan muntah. Keduanya merupakan hal biasa (normal) dan tidak menandakan suatu hal yang serius yang terjadi pada bayi Anda. Hanya sebagian kecil kasus muntah bayi (muntah patologis) yang menjadi indikasi gangguan serius .</p>
<p style="text-align: justify;" align="justify"><strong>Samakah gumoh dan muntah pada bayi?</strong></p>
<p style="text-align: justify;" align="justify">Baik gumoh dan muntah pada bayi merupakan pengeluaran isi lambung. Bedanya gumoh terjadi seperti illustrasi air yang mengalir ke bawah , bisa sedikit (seperti meludah) atau cukup banyak. Bersifat pasif dan spontan. Sedangkan muntah lebih cenderung dalam jumlah banyak dan dengan kekuatan dan atau tanpa kontraksi lambung.</p>
<p><span id="more-1415"></span></p>
<p style="text-align: justify;" align="justify">Sekitar 70 % bayi berumur di bawah 4 bulan mengalami gumoh minimal 1 kali setiap</p>
<p style="text-align: justify;" align="justify">harinya, dan kejadian tersebut menurun sesuai dengan bertambahnya usia hingga 8-10 persen pada umur 9-12 bulan dan 5 persen pada umur 18 bulan. Meskipun normal, Gumoh yang berlebihan dapat menyebabkan berbagai komplikasi yang akan mengganggu pertumbuhan bayi.</p>
<p style="text-align: justify;" align="justify"><strong>Penyebab Gumoh Bayi:</strong></p>
<p style="text-align: justify;" align="justify">1. ASI atau susu yang diberikan melebihi kapasitas lambung.</p>
<p style="text-align: justify;" align="justify">Lambung yang penuh juga bisa bikin bayi gumoh. Ini terjadi karena makanan yang terdahulu belum sampai ke usus, sudah diisi makanan lagi. Akibatnya si bayi muntah. Lambung bayi punya kapasitasnya sendiri.</p>
<p style="text-align: justify;" align="justify">2. posisi menyusui.</p>
<p style="text-align: justify;" align="justify">- Sering ibu menyusui sambil tiduran dengan posisi miring sementara si bayi tidur telentang. Akibatnya, cairan tersebut tidak masuk ke saluran pencernaan, tapi ke saluran napas. Bayi pun gumoh.</p>
<p style="text-align: justify;" align="justify">- pemakaian bentuk dot. Jika si bayi suka dot besar lalu diberi dot kecil, ia akan malas mengisap karena lama. Akibatnya susu tetap keluar dari dot dan memenuhi mulut si bayi dan lebih banyak udara yang masuk. Udara masuk ke lambung, membuat bayi muntah.</p>
<p style="text-align: justify;" align="justify">3.?Klep penutup lambung belum berfungsi sempurna.</p>
<p style="text-align: justify;" align="justify">Dari mulut, susu akan masuk ke saluran pencernaan atas, baru kemudian ke lambung. di antara kedua organ tersebut terdapat klep penutup lambung. Pada bayi, klep ini biasanya belum berfungsi sempurna.</p>
<p style="text-align: justify;" align="justify">4. fungsi pencernaan bayi dengan peristaltik (gelombang kontraksi pada dinding lambung dan usus) untuk makanan dapat masuk dari saluran pencernaan ke usus, masih belum sempurna.</p>
<p style="text-align: justify;" align="justify">5. Terlalu aktif. Misalnya pada saat bayi menggeliat atau pada saat bayi terus menerus menangis. Ini akan membuat tekanan di dalam perutnya tinggi, sehingga keluar dalam bentuk muntah atau gumoh.</p>
<p style="text-align: justify;" align="justify">Cara meminimalisir Gumoh atau muntah bayi :</p>
<div style="text-align: justify;">
<p align="justify">1. Hindari memberikan ASI/susu saat bayi berbaring. Jaga agar bayi tetap dalam posisi tegak sekitar 30 menit setelah menyusu.</p>
<p align="justify">2. Hindari meletakkan bayi di kursi bayi karena akan meningkatkan tekanan pada perut.</p>
<p align="justify">3. Hindari merangsang aktivitas yang berlebihan setelah bayi menyusu.</p>
<p align="justify">4. Kontrol jumlah ASI/susu yang diberikan.misal Berikan ASI /susu dengan jumlah sedikit tapi sering.</p>
<p align="justify">5. sendawakan bayi segera setelah menyusu. Bahkan bayi terkadang masih membutuhkan bersendawa di antara 2 waktu menysusu.</p>
<p align="justify">6. Check lubang dot yang Anda gunakan untuk memberikan ASI/susu. Jika lubang terlalu kecil akan meningkatkan udara yang masuk. Jika terlalu besar ,susu akan mengalir dengan cepat yang bisa memungkinkan bayi Anda gumoh.</p>
<p align="justify">7. Hindari memberikan ASI/susu ketika bayi sanagt lapar, karena bayi akan tergesa-gesa saat minum sehingga akan menimbulkan udara masuk.</p>
<p align="justify">8. jika menyusui, posisi bayi dimiringkan. Kepalanya lebih tinggi dari kaki sehingga membentuk sudut 45 derajat. Jadi cairan yang masuk bisa turun ke bawah.</p>
<p align="justify">9. Jangan mengangkat bayi saat gumoh atau muntah.</p>
<p align="justify">Segera mengangkat bayi saat gumoh adalah berbahaya, karena muntah atau gumoh bisa turun lagi, masuk ke paru dan akhirnya malah mengganggu paru. Bisa radang paru. Sebaiknya, miringkan atau tengkurapkan anak. Biarkan saja ia muntah sampai tuntas jangan ditahan.</p>
<p align="justify">10. Biarkan saja jika bayi mengeluarkan gumoh dari hidungnya.</p>
<p align="justify">Hal ini justru lebih baik daripada cairan kembali dihirup dan masuk ke dalam paru-paru karena bisa menyebabkan radang atau infeksi. Muntah pada bayi bukan cuma keluar dari mulut, tapi juga bisa dari hidung. Hal ini terjadi karena mulut, hidung, dan tenggorokan punya saluran yang berhubungan. Pada saat muntah, ada sebagian yang keluar dari mulut dan sebagian lagi dari hidung. Mungkin karena muntahnya banyak dan tak semuanya bisa keluar dari mulut, maka cairan itu mencari jalan keluar lewat hidung.</p>
<p align="justify">11. Hindari bayi tersedak.</p>
<p align="justify">bila si bayi tersedak dan muntahnya masuk ke saluran pernapasan alias paru-paru. ini disebut aspirasi dan berbahaya. Lebih bahaya lagi jika si bayi tersedak susu yang sudah masuk ke lambung karena sudah mengandung asam dan akan merusak paru-paru. Untuk mencegah kemungkinan tersedak, agar setiap kali bayi muntah selalu dimiringkan badannya. Akan lebih baik jika sebelum si bayi muntah (saat menunjukkan tanda-tanda akan muntah) segera dimiringkan atau ditengkurapkan atau didirikan sambil ditepuk-tepuk punggungnya.</p>
<p align="justify"><strong>Perlu OBSERVASI</strong></p>
<p align="justify">Adalah sangat penting mengetahui bahwa muntah atau gumoh berlebihan pada bayii Anda yang mengarah pada hal patologis. Anda tak perlu khawatir jika :</p>
<ul>
<li>Berat badan bertambah (dalam rentang normal)</li>
<li>bayi tampak senang</li>
<li>pertumbuhan dan perkembangan bayi normal</li>
</ul>
<p align="justify">Sebaliknya, Anda perlu khawatir jika:</p>
<ul>
<li>Penurunan berat badan atau tidak ada kenaikan berat badan</li>
<li>Infeksi dada berulang</li>
<li>Muntah disertai darah</li>
<li>Bayi dehidrasi</li>
<li>Gangguan pernafasan misal henti nafas, biru atau nafas pendek</li>
</ul>
<p align="justify">Tanda awal adanya masalah dengan pemberian ASI/susu pada bayiantara lain:</p>
<p align="justify">1. Bayi tidak tenang/selalu rewel/gelisah sepanjang waktu</p>
<p align="justify">2. Bayi tidak ingin menyusu /tidak nafsu</p>
<p align="justify">3. Bayi selalu menangis saat atau setelah menyusu</p>
<p align="justify">4. Bayi muntah /gumoh secara berlebihan yang berulang dan sering.</p>
<p align="justify">
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rsisultanagung.info/bayi-muntah-setelah-diberi-asi-meminimalisir-gumoh.php/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
